May 27, 2013

Cerpen Cinta Paling Romantis Terbaru

Advertisement/Iklan Google :

Hitam pekat kini bergumul diangkasa bak bermandikan tumpahan tinta dikertas putih bercahaya, setelah menyelesaikan tugasku dikampus, aku mengayunkan kaki ku dengan langkah seribu karna suasana dingin dikota sidney yang ngilu mulai menusuk tulang ku, sekarang sudah memasuki bulan mei itu tandanya musim dingin sudah datang, tanganku menyusup masuk dikantong celana yang ku kenakan. Saat didepan halte kampus mata ku terseret pada wanita yang sejak 2 hari ini aku lihat, suasana yang sudah kian sepi kenapa dia tidak pulang bahkan bukan hanya itu dia masih menganakan seragam yang sama dengan jeans hitam dan almamater kampus kami sejak 2 hari ini aku melintas keluar masuk kampus, perasaan heran bercampur penasaran menyusup masuk dalam pikiranku, apa ia tidak punya tempat tinggal ?

“Excuse me ?” aku mendekat & menyapa dengan ramah, ku lihat mata coklat yang begitu indah menghiasi sepasang bola matanya, dengan rambut kecoklatan yang terurai lebat makin menambah aura keanggunan dan kecantikan yang membalut wajahnya. Ia memang terlihat seperti warga asli negri kangguru ini.
“Hah !? apa kau melihat ku” Sahutnya dengan begitu kaget
“hahaha, kau ini bercanda memangnya aku buta ? tentu saja aku melihat mu sudah dua hari ini kau berdiri saja dihalte ini, apa kau tidak lelah disini bahkan kau masih mengenakan seragam yang sama ?” Aku menurunkan pandanganku hingga keatas lagi
“Selama 2 hari aku berdiri disini tak ada satu pun yang bisa melihat ku”Balasnya
“Hah?! Benarkah ?” aku mengerutkan keningku mencoba mencernah barisan kalimat yang ia leburkan dan menatap aneh ucapannya barusan
“Ehhmmm, kau tak percaya” ia berdehem kencang pada ku dan ia mencoba memegang tangan kiri ku
“Oh My God !!!” aku sangat kaget dan melompat mundur dari posisiku semula, hampir saja aku terjatuh karna terkejut
“Yang benar saja kenapa tanggannya bisa tembus seperti itu, ke..ke..kenapa ia tak bisa menyentuh tangan ku” tanpa pikir panjang aku berlari sekencang yang ku bisa
“Sial, Apa dia korban Kecelakaan didepan halte bus kemarin”
memang aku tak melihat langsung, aku hanya mendengar kabar dari mahasiswa lain dikampus. Aku makin mempercepat langkah ku, tiba dirumah aku membanting ransel ku dan mengunci pintu dengan sekencang-kencangnya. Oh My God, aku tak henti-hentinya membacakan do’a berharap hantu itu tak mengangguku lagi. Aku beranjak berlari ke kamar mandi dan mengusap wajahku dengan air. Aku menarik nafas panjang mencoba menenangkan diri dan lama menatap pantulan wajah ku di cermin, tiba-tiba.
“Ka..Kau”
Brukk aku terjatuh pingsan kelantai.

***

01.15 Am

Ahh kepala ku terasa berat, aku masih terbujur di lantai, jantungku masih berdentum dengan kencang.
“Kau sudah bangun” Ucap gadis disamping ku
“Ya Tuhan kau lagi, jangan ganggu aku, memang apa salah ku sampai kau mengikutiku sampai kesini, ku mohon pegilah” aku dengan gugup berlari ke sudut kamar ku sambil menyatuhkan kedua tanganku mengisyaratkan permohonan
“Salah mu hanya satu yaitu karna kau bisa melihat ku, jadi kau harus mau menolong ku, sejak kematian ku aku tidak tenang karna ada rahasia yang harus ku bongkar, jadi bantulah aku setelah itu aku akan pergi dengan tenang”
“Ta..ta..tapi kenapa harus aku yang hanya dapat melihatmu ?”
“Saat ini kau tak perlu tahu, aku tak akan mengganggumu dan kau hanya menuruti permintaan ku. Esok kita akan mulai membongkar rahasia ku”
“Memang apa rahasia mu”
“Besok akan ku ceritakan, sekarng kau tidur saja”
“Bagaimana aku bisa tidur kalau kau disini, a..aku masih takut pada mu”
“Shiittt, baik lah aku pergi dan esok akan kembali lagi”

***

08.00 Am
Aku duduk dibatang pohon yang tak jauh dari kostan ku yang sudah ku tempati sejak hijrah dari indonesia ke negri kangguru ini. Aku tak duduk sendirian, lagi-lagi bersama hantu yang semalam ku temui di depan halte bus, tak seperti semalam perlahan rasa takut ku pada gadis itu sudah mulai terkikis, sejak aku sadar dari tidur ku, aku tak lagi takut dengannya. Ia banyak sekali bercerita tentang kematiannya
“APA ??? ja-jadi kau meninggal karna dibunuh ? bukan karna kecelakaan, dia sengaja menabrak mu”
“Ya benar, aku memang menjalain hubungan dengan pria berandal entahlah mengapa aku begitu bodohnya sihingga mau menjalin hubungan pada pria sepertinya, saat aku tahu ternyata dia selalu membunuh gadis-gadis yang ia pacari dan seolah-olah mereka meninggal karna kecelakaan atau hal aneh lainnya dan aku tak ingin semakin banyak kobannya lagi”
“Tidak.. tidak ! jangan bilang kau..”
“Sudahlah, ketik No ponsel pria brengsek itu di ponselmu, dan minta di menemui mu di jembatan penyebrangan lama dibelakang kampus, bilang saja kalau kau adalah Dave”
“Apa kau yakin dia akan datang”
“Dia pasti datang, Dave adalah rekan bisnis ilegalnya”

***

19.00 PM

Aku melirik putaran waktu yang melingkar pergelangan tanganku, sudah sepuluh menit kami menanti kehadiran pria itu di penyebrangan yang sudah tak terpakai, entahlah aku tak tahu apa yang akan dilakukannya
“Lihat dia sudah datang” Ucap gadis disamping ku, aku menepis pandangan ku pada seseorang yang ditunjuk gadis itu dan mengamatinya gelagatnya.
Tiba-tiba
“Arrhhggkk” aku kesakitan saat tubuh mahluk yang berbeda alam dengan ku itu masuk ke raga ku dan setelah itu entalah aku tak tahu lagi apa yang terjadi

____________

***

#Esok Pagi#
Kini aku sudah berada dirumah, entahlah siapa yang membawa ku sehingga aku bisa sampai di rumah ku lagi. Aku masih enggan beranjak dari tumpukan kapas di kamar ku ini dan masih begitu malas membuka mata
“Apa yang terjadi semalam ?” yang aku ingat semalam aku masih bersamanya dan terakhir kali aku sadar saat ia mencoba masuk ke raga ku. Saat membuka pintu depan seperti biasanya aku mengambil koran yang sudah diantar tukang koran langgananku, dan bola mataku membulat betapa terkejutnya aku saat membaca halaman branda koran dan melihat berita kematian Jerry tertabrak bus saat mengendarai sepeda motornya dengan terburu-buru dari arah jembatan penyebrangan kampus Texas Tech Australia.
Aku yakin pasti ia mencoba melarikan diri saat melihat monica yang sudah masuk ke tubuhku. Aku menarik nafas panjang dan membalikan tubuhku ke dalam rumah.

-CHU
kecupan benda lunak tak bertulang itu mendarat sempuran di pipih kananku dari gadis yang sudah seminggu lalu meninggal
“Terima kasih sudah bersedia menolongku, maaf sudah membuang waktumu, selamat tinggal” Bisiknya yang ku rasakan seperti hanya bayang-bayang ilusi
“Monica ? aku tahu kau tadi disini menemani ku dan kau pasti menemani ku semalaman”
Ia menghilang begitu saja dari hadapan ku dan aku hanya menemukan sebuah kalung yang berliontin huruf “M” itu bersinar dari lantai. Ini kalung yang biasanya dipakai Monica, apakah dia meninggalkan kalung ini untukku.
“Monica andai saja kita bertemu sebelum kau harus mengakhiri hidupmu ditangan Jerry, pasti aku sudah jatuh hati pada mu, dan pasti aku akan menjaga mu takkan membiarkan seorang pun menyakitimu. Tapi kenyataannya berbeda”
“Monica akan menyimpan kalung ini untuk mu. Tenanglah disana. Aku pasti akan merindukan mu”
*End*